Penggantian Nama Karena Salah Tulis di Imigrasi, Alat Tempur Apa yang Harus Disiapkan?

  • Friday, May 12, 2017
  • By Penulis Cabutan
  • 0 Comments

Pasport Indonesia | Sumber Gambar : maxmanroe

Well... Tulisan ini gue ketik berdasarkan cerita pribadi gue sendiri. Bagaimana 1 bulan ini, gue dibikin bolak-balik ngurus berbagai berkas ke Imigrasi karena nama gue yang indah ini salah cetak.

Kesalahan berawal dari KK jadul yang typo, lalu merembet ke KTP analog, dan BPJS. Setelah semuanya diperbaiki, tinggal sisa satu nih... Pasport masih typo di mana udah kadaluarsa juga. Lalu, pada tengah tahun ini ada rencana ke Negeri Sakura. Oh Damn!

Mulailah gue mengurus Pasport expired itu....

Hari pertama.... Gue dateng ke Imigrasi cabang Karang Tengah dan sudah habis kuotanya, nyambung ke Imigrasi Buncit, dan gak dapet parkir. Akhirnya skip....

Hari kedua.... di tanggal dan waktu yang berjarak sekitar 2 minggu, gue kembali datang ke Imigrasi Kelas 1 Jakarta Timur di Cipinang... Gue pulang, salah kostum.

Dokumen Pribadi


Hari ketiga... di tanggal 27 April 2017, gue dateng lagi ke Imigrasi Kelas 1 Jakarta Timur, karena gue ngurus apa-apa memang di Jaktim, kerja pun di Jaktim. Agak gila kalau harus ke selatan dengan kendaraan umum sesubuh itu.

Pemeriksaan pertama lancar aja, sampai dapat nomor antrian dan gue bisa duduk manis di lantai dua sambil ngopi-ngopi cantik. Setelah bersabar, jam setengah 12 gue dipanggil dengan nomor urut 2-070.

Mood gue langsung dibanting dan hancur seperti perasaan menghadiri pernikahan mantan tapi masih cinta. Kesabaran gue dari jam setengah 6 pagi sia-sia. Karena pihak interviewer Imigrasi Kelas 1 Jaktim menolak data-data gue akibat salah nama tersebut. Mereka meminta gue mengurus di Jakarta Selatan. Karena Jakarta Timur terlalu jauh dari domisili KTP. Meski gue kerjadi JIEP Pulo Gadung, mereka gak mau tau.

Sampai depan Imigrasi gue request Go-Jek sambil menahan air mata. Sampai rumah langsung ke kamar nangis sekenceng-kencengnya. Waktu yang gue habiskan terasa SANGAT SIA-SIA. Mending ditolak gebetan daripada ditolak petugas Imigrasi. Apalagi gue kerja, bukan pengangguran, ke Imigrasi mesti curi-curi waktu karena belum dapat cuti. Shit~

Ngantri di Imigrasi Jaksel

Hari keempat... Selasa, tepatnya tanggal 2 May 2017, gue kembali datang ke Imigrasi, kali ini di cabang pertama kali gue bikin yaitu Imigrasi Kelas 1 Jakarta Selatan yang terletak di Buncit.

Bokap yang nemenin gue udah tanya 3 kali ke petugas lantai 2 yang setiap hari kerjanya kasih arahan untuk para pemohon pembuatan dan penggantian pasport. Katanya, kasus salah tulis nama gue bisa diajukan langsung pada saat interview. Lalu, jam 8 tibalah gue dipanggil di counter 8. Dan ternyata kasus gue ini harus ke BAP dulu. Kenapa nggak dijabarin dari awal?

Gue dan Bokap pun panik, kita tanya-tanya lagi ke satpam dan informasi. Bagian informasi bantuin prin data lama gue di database mereka yaitu data yang jadi biang masalah kesalahan typo gue pasport gue selama ini. Jam sudah menunjukan pukul 9, gue pun dipinta untuk ngadep BAP. Tapi, BAP menolak karena gue gak punya nomor. Oh, MAN.... Ini pedih :( kenapa gak dari awal dibilang ke BAP? Bagian BAP pun meminta gue dateng lagi besok harinya membawa data-data termasuk ijazah. Sayangnya, Ijazah gue di Pamulang. Nggak bisa ambil.... -_-

Hari kelima... besoknya tanggal 3 May 2017 gue dateng lagi jam 6 pagi untuk ngambil nomor BAP dan berhasil masuk bilik BAP jam 9 pagi. Ternyata, untuk data-datanya gue harus nunggu lagi selama paling lambat 5 hari kerja. Sedangkan pertengahan May gue harus udah ngurus VISA ke Jepang. Pusing pala atas bawah kan?

Senin kemarin, tepatnya tanggal 8 May 2017 gue dapet SMS dari mas-mas yang gue temuin di BAP, dia minta Ijazah dan surat keterangan kerja di kantor. Feeling gue, kalau gue nganterin pasti bakal nunggu lagi -_-a makin cemas, makin khawatir, pada saat itu posisi gue udah gak tenang banget, bahkan gue ngerasa dipersulit.

Hari keenam... Rabu, 10 May 2017 gue datang lagi ke Imigrasi lengkap bawa ijazah dari SD sampai kuliah dan surat keterangan bekerja di kantor. Masnya bilang, gak bisa selesai hari ini karena harus nunggu tanda tangan atasan. Waktu udah mepet akhirnya gue dan bokap berusaha ngelobi. Lalu, gue bilang "Yaudah saya aja yang minta tanda tangan bapaknya kalau boleh" dan masnya sepakat. Meski bokap gak setuju awalnya, tapi masnya juga kan harus layanin yang bakal masuk BAP hari itu.

Setelah ngelobi bos bagian BAP tersebut, akhirnya dijanjikan data gue bisa diproses hari ini. Tapi, karena sampe jam 11 masih nunggu, akhirnya gue ijin ambil day off duluan ke kantor. Agak gak enak hati, tapi da kumaha aing oge lieur.

Jam 1 data sudah jadi dan bisa diambil. Alhamdulillah, mas BAP dan Bossnya baik. Gue pun mengurus pasport langsung ke bagian interivewer dan alhamdulilah bisa sampai ke tahap pembayaran setelah bolak-balik dari kapan-kapan.

Pesan moral dari kisah gue ini....


  1. Sabar
  2. Banyakin surving internet biar gak saltum
  3. Jika mengalami kekeliruan nama, siapin KK, Akte, KTP, Ijasah, sama Surat Keterangan Kerja. INI PATEN BANGET. Jangan dilanggar!
  4. Tabah dan berdoa
  5. Senyum

Harapan gue untuk pihak Imigrasi terutama untuk satpam yang pasti ditemui pertama kali, kalau kasih informasi semoga dapat lebih jelas lagi jadi kagak perlu bolak balik kayak gini kan :(

And finally I got mine!

You Might Also Like

0 Komentar