Gaya Tulisan Berubah-ubah, Kenapa?

  • Thursday, January 26, 2017
  • By Penulis Cabutan
  • 0 Comments

(Sumber : http://www.mothersandothersforcleanair.org/)


Yoyoyo, hai bro!

Dengan Penuliscabutan di sini, apa kabar Elo Elo pade?

Mungkin di antara Elo ada yang bingung, kenapa akhir-akhir ini gaya penulisan gue berubah jadi sesuai dengan tulisan di SKRIPSI… yah, gak separah skripsi sih sebenernya. Tapi, kurang lebih sama lah LOL

Mungkin di antara Elo juga mikir, “Apa Penulis Cabutan jadi tukang kopas sekarang?”

Well, selow aja bro tulisan gue semua original. Elo bisa cek di Copyscape kalo gak percaya. Karena gue anti KOPAS! Gue tau banget lah gimana rasanya materi yang udah diupayakan susah payah dicuri orang lain. Sakitnya tuh kaya elo makan durian tapi kulitnya duluan. Sakit, kan? Nah kayak gitu!

Tentu gue pun punya alasan kenapa akhir-akhir ini gaya penulisan gue berubah. Semua gak lain dan gak bukan adalah pengembangan diri dan tuntutan peran. Sebagai seorang penulis artikel pendukung di kantor, gue harus punya pola Bahasa yang sesuai EYD. Sebetulnya, ada eksperimen gue yang belum gue pecahkan sampai sekarang. Yaitu, GIMANA CARANYA GUE BISA MENGELUARKAN KARAKTER ASLI GUE DI TULISAN INI DENGAN GAYA BAHASA EYD YANG KAKU KAYA KANEBO KERING ITU?

Itu adalah PR yang harus gue kejar sekarang. Makanya, gue berkali-kali menulis dengan gaya Bahasa yang beda-beda. Kadang campur sari, kadang sesuai artikel pengejar SEO, dan kadang pake Bahasa prokem Indonesia kaya gini.

Jika umur, anggaplah gue seperti anak 17 tahun yang lagi nyari jati diri. Bedanya sekarang, gue lagi nyari jati diri tulisan gue sendiri. Mungkin telat ye, karena harusnya gue lakuin ini pas jadi copywriter. Tapi, apa daya sadarnya baru sekarang.

Lagipula waktu jadi copywriter gue pun harus bisa jadi maunya pak produser ☹ dan ekspektasi mereka terlalu tinggi sehingga gue yang gak pengalaman ini pun nyerah.

Sedangkan di sini, gue bisa bereksperimen dengan kata-kata asal masih di koridor EYD dan sesuai struktur yang diinginkan pak bos. Struktur ini maksudnya adalah bagaimana cara menuliskan kisah si X, apakah harus dari yang terkini ataukah tipe kronologi.

Maka dari itu, gaya penulisan gue berubah-ubah. Lagipula meski ini merupakan blog pribadi, gue maunya ada beberapa informasi yang berguna untuk orang lain di luar kisah gue sendiri yang sebenernya biasa-biasa aja LOL

Lalu, gue pun suka ngirim artikel blog ke VIVALog di mana VIVALog juga punya ketentuan dalam konten artikel. Makanya, biar lolos dari kakak-kakak cantik itu gue pun mengubah gaya penulisan gue. Kan lumayan, gue menguntungkan mereka dengan iFrame (sampe sekarang ini masih jadi misteri gimana cara masang di Wordpress) dan artikel gue pun dimuat di VIVALog otomatis…. Traffic gue naik!

Elo bisa liat sitemeter di sisi kanan, pengunjung blog gue mengalami peningkatan dan artikel yang gue buat pun dibaca oleh ribuan pengunjung. Rahasianya adalah…. Gue membuat artikel BERGUNA BAGI ORANG LAIN dan POSTING di VIVALog!

“Lo bukannya kerja di VIVA? Kok boleh kirim artikel?”

Ya…. Boleh aja dong, tapi kalo ada event gue gak boleh menang :hammer jadi kaum internal yang doyan nulis blog dan dikirim ke VIVALog itu seperti tim hore. Kita gak akan bisa menang kalau ada event sampe jungkir balik sekalipun.

“Emang kalo ada event, hadiahnya apa?”

Duit dong! Masa kaos kutang? HAHAHAHA! Makanya kalau Elo suka ngeblog, share aja artikel keren Elo ke VIVALog! Tapi inget, gaya Bahasa dan penulisan kudu bener dan tolong banget JANGAN COPAS. Karena jika KETAUAN, artikel Elo gak akan lolos. Langsung ditolak, lak… lak….

So, inilah alasan kenapa gaya tulisan gue akhir-akhir ini berubah-rubah. Mungkin gaya tulisan asli gue yang ini akan gue pake cuma di tag “Extraordinary Life” aja karena tag tersebut memang tag khusus tentang author sompret ini curhat LOL LOL LOL

Sekali lagi gue minta maaf kalo ada yang nggak nyaman dengan gaya eksperimental gue, ya. Salam Tamvan :v

You Might Also Like

0 Komentar