PHASE 03 - RECALL

  • Wednesday, September 14, 2016
  • By Penulis Cabutan
  • 0 Comments

Disclaimer : 
Cerita ini diambil dari kisah nyata tapi kalau mau dianggap fiktif ya nggak masalah. Just enjoy the story.



[Ilustration took from theinfjcafe.blogspot.com]

PHASE 03 - RECALL

Sudah tiga kali aku menjalani meditasi di seperempat malam. Dengan segenap keberanian aku kerahkan untuk melawan seluruh rasa takut. Gampangnya, seandainya setelah membuka mata aku harus melihat pocong pinky yang super imut itu pun aku harus siap.

Hingga saat ini, kekuatan yang berhasil kupanggil kembali baru kepekaan mata batin untuk terawang dan melihat sosok di sekitarku. Bahkan, aku kini bisamenyadari jika di kantor tempatku bekerja begitu riuh dengan makluk dari dunia astral.

Salat pun tetap aku jalani. Meski sehari pasti masih ada bolong, setidaknya aku menargetkan sehari harus ada satu kali salat. Kini aku sudah menerima apa yang memang seharusnya kuterima.

Selasa kemarin, tepatnya tanggal 13 September 2016 seorang teman bernama Whiedya menawariku bergabung dengan komunitasnya. Komunitas tersebut dihuni oleh para manusia setengah dewa yang memiliki kemampuan di atas rata-rata.

Di sinilah aku kembali belajar. Whiedya pun berhasil melihat siapa sosok yang mengikutiku. Dia merupakan saksi ke-5. Aku terus menghitung para saksi mata atas kisah ini. Karena hal ini sangat tidak masuk akal terjadi. Entah dia itu memang jin khodam dari J atau memang roh J, aku pun tak tahu.

[took from my document)

Yang dapat kurasakan searang adalah aliran emosi yang begitu deras mengalir pada urat nadiku. Kerinduan sangat dalam. Bahkan, melebihi dari apa yang pernah aku terima dari lelaki manapun.

Well, 4 tahun memang bukan waktu yang singkat. Tapi, apa di alam sana pun 4 tahun tetap bernilai 4 tahun? Atau bahkan lebih lambat? Atau malah lebih cepat.

Whiedya menyarankan untukku mengusirnya. Aku masih belum ingin melakukannya. Lagipula, powerku kalah kuat. Dia betul-betul bertambah kuat. Semakin aku ingin pergi, semakin erat pula ia menahanku. Seolah pertemuan ini akan kembali diakhiri dengan satu perpisahan panjang yang menyakitkan.

Dia pulang bersama kembalinya band itu. Aku hanya menghela nafas. Apa ini dia—atau bukan, tapi di dalam lubuk hatiku—aku yakin ini memang dia.

Saat ini, yang bisa kulakukan hanyalah berusaha—berusaha mengembalikan kemampuanku yang telah lama tertidur. Bahkan, jika bisa—harus aku tingkatkan—agar aku tak lagi terjebak pada situasi membingungkan macam ini.

Melihatnya memaksaku untuk flashback ke masa 2010 itu. Terlalu banyak kisah yang tidak masuk akal menimpaku di tahun segitu. Bahkan, aku menjadi sangat subjektif kala itu. Kewarasan demi kewarasan terkikis—aku sangat benci penggantinya di Band tersebut. Bahkan, aku pernah beberapa kali mengirim pesan kepada penggantinya. Itu memang gila, aku menjadi over-protective atas rasa pedih dan kecemasan yang ia rasa. Aku hampir gila karena terlibat terlalu jauh.

Meski saat ini aku telah menerima apapun yang terjadi bahkan, aku menertawakan kelakuanku terdahulu. Dia pun sepertinya sudah lapang.

Aku tahu, dia hanya tidak ingin dilupakan. Meski posisinya telah tergantikan—setidaknya dia ingin selalu diingat oleh para fans.

Meski, tentu saja masih ada fans “RESE” yang mengkomparasi kemampuan mereka.

Hhhhh… itu sangat melelahkan.

Kala itu, aku terlalu masuk ke dunianya.

Dan kini kuharap, seluruh kemampuanku pulih.

NEXT PHASE 04 - KERAGUAN

You Might Also Like

0 Komentar