Mudik Mengantar Nyawa

  • Tuesday, July 05, 2016
  • By Penulis Cabutan
  • 0 Comments


Arus mudik meningkat pesat seiring dengan semakin dekatnya hari raya Idul Fitri. Berbagai usaha dihalalkan agar bisa menepi di kampung halaman. Namun, sayang tak semua orang beruntung. Mereka ingin pulang, tapi malah berpulang.

Dari tahun ke tahun, arus mudik semakin liar. Korban-korban berjatuhan baik karena kecerobohan sendiri atau nasib yang merengut paksa hidupnya.

Semua terjadi karena terlalu banyak dari mereka yang pergi ke kota, merantau demi mimpi akan kemapanan. Padahal tak jarang dari mereka pun gagal merangkul mimpi yang mereka impikan.

Sejak H-7 hingga H-4 hari raya sudah tercatat ada sekitar 150 pemudik meninggal akibat kecelakaan. Sebanyak 80% kecelakaan juga melibatkan pengendara sepeda motor. Dari data Kementerian Perhubungan Direktorat Perhubungan Darat, sudah tercatat sebesar 2.498.746 kendaraan motor, mobil, dan bus yang meninggalkan ibukota hingga H-3 kemarin (SUMUR : CNN Indonesia).

Dilansir dari Merdeka.com, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Awi Setiyono mengatakan kalau kecelakaan arus mudik tahun ini meningkat hingga 192%. (SUMUR : Merdeka).

Sedangkan, yang terbaru di Brebes. Korban tewas sejumlah 12 orang akibat terjebak macet yang tiada habisnya (SUMUR : Detik).

Ini membuktikan betapa besar para pelaku urbanisasi lari ke ibukota demi kemapanan. Hal ini pula yang berimbas pada lonjakan arus mudik setiap tahunnya.

Jadi, jika banyak pemudik mengalami hal yang tidak diharapkan seharusnya jangan melulu menyalahkan pemerintah. Ketidak seimbanganlah yang menciptakan bencana. Ketidak seimbanganlah yang seharusnya ditekan, salah satunya menekan arus urbanisasi yang kerap kali terjadi pasca lebaran.

Jadi apa solusi terbaik untuk menekan angka kecelakaan saat mudik selain memperbaiki infrastruktur?

You Might Also Like

0 Komentar