Katanya Sih, Ini Ruginya Pacaran

  • Friday, June 10, 2016
  • By Penulis Cabutan
  • 0 Comments

Facebook gue.... mendadak berisik kemarin sore sampe sekitaran jam 9 malam karena gue posting salah satu gambar yang di-share sama Usdadz Yusuf Mansyur. Jadi di sore yang cerah gue melihat gambar itu dishare sama salah seorang temen gue dan gue pun merasa tergelitik setelah baca apa yang dijabarin di gambar tersebut.


Di caption FB gue sendiri, gue bilang kalau gue ketawa bacanya. Terutama point nomor 1 sampai 4. Kalo 5 ya emang itu hukum islam (yang enggan gue jalanin) sih. Point-point di sini menurut gue sangat cetek, dangkal, dan kerdil.

Yah gimana nggak ketawa? Siapa bilang pacaran itu cuma bikin dewasa dalam adegan entah itu 69, doggy style, atau bahkan BDSM? Jika seseorang mampu bekerja sama dalam hubungannya dengan pasangannya pun pola pikir mereka lambat laun akan semakin dewasa dan menajalani hubungan dewasa yang sehat.

Point nomor 2. Zina atau nggak pasangan ya itu tergantung kepribadian masing-masing yah. Jika dari awal udah komit untuk menjalankan hubungan sehat ya bisa aja terjauh dari Zina. Lalu kalau udah terlanjur? Ya itu kan mereka yang hepi, mereka yang seneng, mereka yang ngerasain ya biarin aja mereka rusak. Kan hidup itu pilihan, mau memilih rusak atau menjadi baik hak masing-masing. Kenapa ditakut-takutin sama hal kaya gini?

Point nomor 3, suami dapet sisa? Eh, emang kami yang masih perawan ini nggak cemas apa? CEMAS DAPET SUAMI SISA. Calon suami yang sudah berpetualang dengan berbagai macam wanita di deretan para mantan dan fuckzone-nya? Kami yang perawan pun sama aja dapet suami sisa dong? Kenapa di sini cuma perempuan yang diintimidasi? Karena perempuan punya selaput dara sedangkan laki-laki itu mau netnot 1000x nggak akan keliatan bekasnya kecuali dari lisannya? Helow... lagipula apa nggak merendahkan tuh menyebut kata sisa? Situ manusia apa makanan? Oh mungkin di mata Ustadz Yusuf wanita nggak perawan itu setara sama makanan sisa ya :p

Point nomor 4, tak ada kata cinta dalam hubungan melainkan nafsu. Jadi yang udah nikah juga nggak cinta dong :p cuma nafsu dong? Lucuk banget sih point yang ini. Yang pacaran disamakan dengan binatang hewani kucingnisme anjingnisme dan sebagainya? Terus yang nikah bisa dikatakan saling mencintai meskipun netnot juga pake nafsu? Karena udah sah? Duh, dangkal banget ya. Padahal nafsu itu bagian dari cinta. Bukan cinta bagian dari nafsu, jangan kebalik loh... itu namanya budak nafsu. Tapi, nafsu adalah bagian dari cinta. Kenapa? Karena ketika kamu saling mencintai banyak hormon yang berkerja di dalam tubuhmu termasuk hormon pemancing gairah. Ngaku deh pertama kali pas kamu ngeliat cowok/cewek yang disuka apa yang pertama kali dibayangin? :p

Terlepas dari debat seru yang berujung becandaan geblek yang terjadi di bawah-bawahnya, gue cukup meyayangkan sih seorang ustadz mengingatkan dengan cara seperti ini. Sebagai orang yang udah nelen pil hitmansystem sejak 2 tahun silam, gue cuma bisa tertawa.... sambil geleng-geleng kepala :p

Padahal harusnya manusia berkualitas nggak akan memiliki pikiran sedangkal itu. Dan wanita berkualitas pun nggak akan ngerasa insecure terhadap quote ampas kayaj gitu. Terus cara jadi cewek berkualitas gimana sih? Gampang! Lo stalking LovableLady aja! Biar menjadi wanita berkualitas dan menarik!

You Might Also Like

0 Komentar