Kok Pacar Gue Berubah, Ya?

  • Monday, January 06, 2014
  • By Penulis Cabutan
  • 2 Comments



OHAIDO! #eh #digeplak HALOOOO!!! Halo buat elo yang lagi kesasar di postingan gue yang ini? Semoga elo betah dan nggak cepirit ngebaca postingan gue yang sekarang HAHAHA #apasih Oke, oke, gue gak mau terlalu banyak basa basi, karena gue emang gak suka basa-basi :D Hari ini gue mau ngebahas sesuatu yang masih berhubungan dengan kehidupan percintaan kawula muda. Karena, yah memang segmen blog gue buat yang muda-muda. Kalo aki-aki yang baca blog gue, pasti bakal bilang, "aduh ketikan anak ini, berantakan sekali. Pasti bahasa Indonesianya dapet E" #ngakak

Oke boys and girls (lah kenapa jadi kaya penyiar Mustang FM? #hammer) Mungkin elo pernah bertanya-tanya ke diri lo sendiri, atau ke temen lo, atau ke tetangga lo, atau ke emak babeh lo, atau ke siapapun, "Kenapa sih pacar gue berubah sekarang? Dulu romantis banget waktu pedekate. Lah sekarang? Ngejayus mulu kerjaan. Mana waktu gue ke kosanya dia malah sibuk sama PS4-nya lagi sambil sandaran di gue. Gue? kagak diajak ngomong! Maksudnya apa coba?"

Sometime, perubahan membuat tanda tanya di benak kita. Apa perubahan bertanda kalo dia udah nggak sayang lagi sama kita? Apa dia bosen? Apa emang cuma manis di awal aja? dan pertanyaaan lainnya. Jatuhnya jadi prasangka yang nggak kejawab (karena tidak dikomunikasikan face to face).

Sebenernya, perubahan adalah sesuatu yang normal dan setiap orang itu memang berubah. Perubahan yang pelan-pelan dengan rentangan beberapa bulan cenderung nggak berbahaya. Yang bahaya dalah perubahan dalam waktu hitungan hari bahkan minggu. Kalo perubahan yang terjadi dalam hitungan hari dan minggu itu, elo harus membicarakan secara gamblang. Itu pasti ada alasan tertentu, entah dia marah sama elo, bosen, jenuh, atau jangan-jangan udah ada target baru, lebih bahaya lagi si target udah dipacarin.

Sebenernya, perubahan yang pengen gue angkat di artikel gue hari ini bukan perubahan yang "berbahaya" seperti itu. Tapi, perubahan yang terjadi dengan rentangan waktu yang lebih lama, perlahan tapi pasti. Perlu elo ketahui, manusia itu selalu berubah. Gak ada manusia yang statis bakal kaya gitu selamanya.

Ketika umur relationship udah menginjak tahunan pasti perubahan itu makin kerasa. Kenapa? karena kalian udah gak jaim lagi dan dengan waktu yang cukup lama itu dianggap kalian sudah saling memahami satu sama lain.

Keana pacar gue berubah ya? Waktu pedekate manis banget, kok sekarang jadi bangke banget?

Lah? pedekate mah lain atuh cong! Itu adalah masa paling indah karena yang manis-manis najong ada di sana. Karena tujuanya untuk saling menarik satu sama lain. Bahkan, jika lo sadar, perempuan lah yang membuat pedekate itu menjadi rumit. Karena perempuan ingin diperlakuin secara manis, maka si cowok berusaha keras memberi yang manis-manis meskipun sebenernya itu bukan bagian dari diri si cowok. Si cowok "dipaksa" untuk jadi orang lain demi mendapatkan hati si cewek. Begitupun setelah jadian, tapi nggak selamanya kan cowok itu akan selalu sempurna kaya gitu? akan selalu romantis kaya gitu? Cowok sama halnya dengan cewek, sama-sama manusia biasa yang punya kelebihan dan kelemahan.

Terus kalo dia berubah gitu gue harus gimana?

Kalo emang elo nggak nyaman, elo nggak salah kok ngungkapin ke pasangan. Tapi, jangan terlalu berharap pasangan akan seperti masa pedekate dulu. Itulah dirinya yang sesungguhnya. Jika masa pedekate pasangan lo humoris, tapi sekarang jadi kurang lucu, bisa aja dia lagi gak bisa ngelawak.Karena nggak mungkin kan ada orang yang 100% hiduppnya cuma ngelawwak? sama juga halnya, gak semua orang juga dalah seluruh hidupnya cuma ngeromantisin pacar? Setiap orang juga punya sisi lain yang harus elo tau. Elo pun tanpa elo sadarin pasti mengalami fase perubahan meskipun emang perubahan kecil tapi setiap orang pasti mengalaminya.

Setelah mengungkapkan ke pasangan, selanjutnya adalah tinggal elo bisa terima atau nggak. Bisa menghadapi atau nggak? Itu tergantung dengan diri lo sendiri.

You Might Also Like

2 Komentar

  1. Pada intinya cinta itu adalah saling memahami dengan kesabaran.

    ReplyDelete