11 Jebakan Kehidupan Yang Mungkin Terjadi

  • Wednesday, December 18, 2013
  • By Penulis Cabutan
  • 0 Comments

Haloooo!!! Udah lama banget nggak ngisi nih gue :v maklum terlalu sibuk sama kehidupan nyata (alibi padahal mah gak ada ide) hahahaha! Btw, gue nemu barang bagus nih di buku yang bagus juga :D buku tersebut udah jadi best seller nasional. Yep, kalo elo pernah baca buku karya Bayu Ludvianto yang judulnya "Analisis Tulisan Tangan" pasti elo tau apa yang bakal gue tulis ini. Tujuan gue ngeshare ini di blog adalah biar yang kebetulan nyasar di blog gue ini sadar akan jebakan-jebakan yang mungkin terjadi di hidupnya. jebakan-jebakan itu berpengaruh terhadap mindset dan tingkah lagu orang yang bersangkutan. Wokey, langsung aja ya! Cekiprot!


Abandonment : jebakan kehidupan dikarenakan kurangnya rasa aman di dalam keluarga waktu kecil. kehilangan orang yang dicintai baik karena meninggal atau jarang di rumah membuat orang tersebut merasa ditinggalkan dan dibuang. seseorang yang tersesat di jebakan ini cenderung memiliki hidup yang memiliki pristiwa "dibuang" karena orang tersebut merasa memang layak untuk dibuang dan ditinggalkan. Perilaku yang muncul saat dewasa adalah : mencari teman, selalu menunjukan sikap baik pada setiap orang meskipun orang tersebut sudah bertindak buru. dan yang paling tidak bagus adalah selalu memposisikan dirinya sebagai orang yang dibuang, tidak penting, dan tidak berarti. Seseorang yang terkena jebakan Abandonment terparah adalah justru bisa makin cinta dengan pasanganya yang melakukan petualangan cinta. Dia selalu memaafkan orang yang meninggalkannya.

Mistrust & Abuse : merupakan jebakan kehidupan yang berkaitan dengan rasa aman dalam keluarga. Terlalu sering dibohongi dan dilecehkan semasa kecil menyebabkan seseorang tumbuh dengan rasa curiga, was-was, dan ketakutan luar biasa. Dalam pikirannya, orang lain tidak bisa dipercaya karena selalu ingin menyakiti, menipu, dan mengambil keuntungan dari dirinya. Selalu berasumsi buruk terhadap orang lain adalah ciri khas orang yang terkena jebakan ini

Dependence : Jebakan kehidupan yang selalu membuat orang sangat bergantung sama orang lain. Mengambil keputusan sendiri dan mandiri dianggap sulit untuk dilakukan bagi orang dengan jebakan kehidupan ini. Selalu ragu, bingung, dan panik kalau harus membuat keputusan adalah penampakan orang yang terkena jebakan ini. Jebakan ini tercipta karena semasa kecil orang tersebut selalu berada di bawah ketiak orang tuanya. rang tualah yang memutuskan semua untuknya bahkan sampai hal yang remeh sekalipun. Orang tua yang overprotective dan otoriter adalah penyebab dari jebakan kehidupan ini

Vulnerability : Rasa rapuh yang berlebihan akan membuat seseorang merasa hidup di dunia yang penuh dengan masalah, ancaman, perang, bencana, dan penyakit. Seseorang dengan jebakan kehidupan ini selalu ragu untuk keluar dari zona nyamannya karena dia merasa seolah-plah dunia akan menghancurkannya. Orang tua yang overprotective adalah penyebab utama jebakan ini.

Emotional Deprivation : Adalah jebakan kehidupan yang diderita oleh orang-orang yang semasa kecilnya kurang mendapatkan kehangatan dan kasih sayang secara cukup. Orang tua yang dingin dan miskin cinta adalah penyebab utama jebakan ini. Jebakan ini berkaitan erat dengak koneksi emosi dengan orang lain. Merasa tidak dipedulikan atau merasa tidak ada orang yang mengerti perasaannya adalah ciri dari orang yang terkena jebakan ini. Orang dengan jebakan ini akan tidak peduli dengan orang lain dan cuek atau justru akan jadi petualang "cinta" dan kehangatan. Seseorang yang suka berganti-ganti pasangan, teman dekat, dan pekerjaan bisa saja terkena jebakan ini. dalam pikirannya : aku tidak penting, aku tidak layak dicintai, dan aku tidak berharga.

Social Exclusion : adalah kondisi di mana seseorang selalu merasa asing atau malah mengasingkan diri dari kehidupan sosialnya. Dia merasa tidak bisa diterima oleh kelompoknya karena merasa ada yang aneh atau berbeda di dalam dirinya. hal aneh yang berbeda itu bisa dalam bentuk keanehan fisiknya, cara bicaranya, prilaku berpikirnya, bahkan "kasta"nya. Jebakan kehidupan ini umumnya disebabkan oleh ejekan atau perlakuan buruk oleh orang lain, atau perlakuan yang menyakitkan oleh orang tua atau orang sekelilingnya. Beberapa perlakuan tersebut membuat seseorang mengasingkan dirinya, tertutup, dan enggan membangun hubungan dengan orang lain. Keyakinan yang sering berkembang dalam pikirannya adalah : aku buruk, aku aneh, aku tidak selevel, atau aku berbeda.

Defectiveness : muncul dalam bentuk harga diri yang rendah dan merasa inferior dibandingkan orang lain. serangan kritik yang bertubi-tubi saat kecil, perasaan tidak berharga, dan tidak dicintai pangkal munculnya jebakan kehidupan ini. kesukaan untuk menyalahkan diri sendiri, ragu apa orang lain dapat menghargainya , dan merasa selalu akan ada penolakan dari orang lain adalah ciri-ciri dari penampakan luar orang yang terkena jebakan ini. Aku tidak berharga, aku pantas ditolak, aku tidak pantas untuk dicintai adalah sebagian dari keyakinan orang dengan jebakan ini.

Failure : jebakan kehiidupan di mana seseorang selalu merasa gagal dalam seluruh aspek kehidupannya. Rasa percaya diri yang rendah adalah penampakan luar orang yang terkena jebakan ini. Dia tidak bisa menghargai keberhasilan karena sejak kecil selalu dicemooh, dianggap bodoh, dianggap tidak mampu, tidak terampil, ataupun malas. saat dewasa, orang dengan jebakan ini selalu melebih-lebihkan kegagalannya. Aku tidak mampu, aku selalu salah, aku adalah korban keadaan adalah keyakinan-keyakinan yang timbul di benak orang dengan jebakan ini.

Subjugation : jebakan yang membuat orang selalu patuh dan menyenangkan orang lain. Jebakan yang disebabkan oleh pengalaman masa kecil yang selalu ditekan orang tua ini sangat melemahkan. Perasaan bersalah kalau mendahulukan kepentingan sendiri, membiarkan orang mengontrol hidupnya, takut dihukum dan ditinggalkan jika salah adalah penampakan luar orang dengan jebakan hidupan tipe ini. Keyakinan utama orang dengan jebakan ini adalah : Orang lain lebih tahu daripada aku, aku hanya diterima kalau orang lain memandang aku baik, perasaanku tidak penting, buah pikiranku tidak penting.

Unrelenting Standards : Sering menimpa orang yang semasa kecilnya terlalu ditekan untuk menjadi yang terbaik dengan mengorbankan kesenangan sebagai anak-anak. Orang tua yang menaruh standar tinggi untuk anaknya dan mewajibkan anaknya untuk mematuhi standard tersebut adalah penyebab jebakan tipe ini. Dalam kamus orang ini kegagalan adalah aib dan hanya ketika menjadi orang yang paling baik ia merasa diterima dan diakui. Yang menarik, orang tersebut tidak pernah merasa mencapai apa yang dikejarnya.Di dalam dirinya seakan-akan cuma ada petunjuk : Hidup itu perjuangan, tidak ada cinta, tidak ada kebahagiaan" Orang dengan jebakan ini akan jadi "over achiever"

Entitlemen : Jebakan kehidupan yang membuat seseorang merasa berhak atas apapun yang dia inginkan. Dia menginginkan dengan cepat tanpa mempedulikan situasi dan kondisi. Orang ini selalu merasa di atas orang lain. Orang ini merasa bahwa ia adalah kaisar kehidupan ini. kemarahan yang meledak-ledak dan kasar terhadap orang lain sering ditunjukan untuk meluapkan kekesalan karena tidak dapat apa yang diinginkan. Keyakinan yang umumnya berada dalam dirinya adalah : aku berhak atas apapun yang aku mau, aku adalah orang yang khusus, orang lain patuh terhadapku, dan aku hanya berharga saat orang lain tunduk pada kemauanku

Nah, jebakan mana yang udah berhasil membuat elo terperangkap? Sekarang saatnya kita keluar dari jebakan-jebakan itu. Caranya adalah mengubah mindset kita, berpikir lebih positif, dan saling memedulikan bersama. Mungkin ada masukan lain?

(koleksi baru gue :v)

You Might Also Like

0 Komentar